Image result for beli tanah

Tanah tak bisa dipungkiri merupakan elemen penting dan sangat berharga. Terlebih kalau letaknya dengan pusat kota. Harga yang ditawarkan untuk lahan tersebut tentu jauh lebih mahal ketimbang area yang terletak di pinggiran atau daerah pedalaman.

Jika pada daerah lahan yang subur atau center dari agraris tanah sering digunakan menjadi daerah untuk bercocok tanam, maka lain halnya dengan perkotaan yang lebih banyak memfungsikan tanah sebagai tempat berdirinya fasilitas umum, sarana hiburan, apartemen, mall, hingga bangunan lain yang bernilai investasi tinggi.

Menilik peluang yang begitu menjanjikan, bukan hal yang asing lagi jika proses jual beli tanah menjadi hal yang sangat kompleks dan memerlukan perhitungan sangat matang. Tak hanya bicara soal budget yang fantastis, kemungkinan untuk termakan omongan oknum tidak bertanggung jawab pun mengincar siapa saja.

Patokan yang dipasang memang berbeda, tergantung pada posisi, tingkat kesuburan, dan keterjangkauan yang dimiliki. Di samping itu, pembelian tanah juga berkaitan erat dengan hukum. Maka ada baiknya jika Anda memperhatikan secara detail kelengkapan surat yang dimiliki oleh pemilik sebelumnya. Jangan sampai tanah yang Anda beli merupakan tanah sengketa dan semakin memperumit masalah yang ada.

Nah, bagi Anda yang berencana untuk menambah luas tanah Anda, berikut rangkaian jual beli tanah yang mesti Anda kenali dengan baik.

  1. Menyiapkan persyaratan

Syarat yang mutlak dipenuhi adalah dokumen yang sudah lengkap.

  1. Penjual
  • Sertifikat asli hak milik atas tanah yang dijual.
  • Kartu tanda penduduk.
  • Bukti atau kuitansi pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan.
  • Surat Persetujuan Suami/Istri bagi yang sudah berkeluarga (bisa memakai akta kematian kalau sudah meninggal).
  • Kartu keluarga
  1. Pembeli
  • KTP
  • KK
  1. Mendatangi Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah

Jika dokumen di atas sudah bisa terpenuhi, calon pemilik serta penjual harus berujung ke PPAT guna membuat akta jual beli tanah sembari menunjukkan berkas yang telah disiapkan sebelumnya. PPAT sendiri merupakan pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

  1. Langkah awal
  • PPAT akan melakukan pemeriksaan mengenal keaslian sertifikat ke kantor BPN. Sesuai Pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997, lembaga ini akan mengecek legalitas sertifikat berdasarkan peta pendaftaran. Daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah.
  • Penjual diharuskan membereskan Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah. Pembayaran biasanya di Bank yang telah ditunjuk.
  • Disepakati juga perjanjian yang menginformasikan bahwa setelah pembeli menjadi pemilik yang sah, ia tidak akan mengakui atau mengklaim tanah melebihi batas yang telah ditentukan.
  • Surat pernyataan bahwa tanah tidak diperebutkan.
  • PPAT menolak apabila lahan yang akan diperjualbelikan dalam masalah.
  1. Tahap selanjutnya
  • Jual beli tanah juga dibarengi dengan kedatangan dua orang yakni penjual dan pembeli dengan bukti surat kuasa yang tertulis
  • Akta akan dibuat bila telah hadir sekurang-kurangnya dua orang saksi.
  • Pejabat yang bertugas membacakan isi dan maksud pembuatan akta.
  • Jika sudah mencapai kesepakatan yang bulat, maka penjual, PPAT, saksi-saksi, dan calon pembeli akan bertanda tangan.
  • Dibuat dua akta asli. Satu disimpan di Kantor PPAT dan lebar lain disampaikan ke Kantor BPN untuk keperluan pendaftaran balik nama.
  • Kemudian penjual dan pembeli akan memperoleh salinannya masing-masing.

Seusai urusan tersebut terselesaikan, Pejabat Pembuat Akta Tanah akan menyampaikan berkas AJB ke Kantor BPN untuk dibalik namanya. Adapun penyerahan dalam jual beli tanah ini selambat-lambatnya tujuh hari sejak ditandatanganinya akta tersebut.

Untuk berkas yang dibutuhkan, ialah sebagai berikut :

  1. Surat permohonan balik nama yang dibubuhi dengan paraf dari pembeli.
  2. AJB dari PPAT
  3. Sertifikat hak bahwa tanah telah terjual
  4. KTP pembeli dan penjual
  5. Bukti pelunasan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh)
  6. Tanda telah dilunasinya tanggungan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

Jika dokumen tersebut sudah diserahkan ke BPN, maka pihak Badan Pertanahan Nasional akan memberi tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT yang nantinya ditujukan kepada pembeli.

Nama pemegang hak lama di dalam buku tanah dan sertifikat akan dicoret dengan tinta hitam dan di paraf oleh Kepala BPN atau Pejabat yang ditunjuk. Sedangkan pemilik yang baru akan ditulis di halaman yang ada pada buku tanah dan sertifikat ditambah dengan tanggal pencatatan dan disetujui oleh Kepala Kantor BPN atau pejabat yang ditunjuk.

Anda bisa mengambilnya dalam waktu empat belas hari.

Bagaimana? Sudah tidak bingung lagi kan dengan tata cara jual beli tanah yang benar?. lakukan survei terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan penjual merupakan tindakan efektif untuk mencegah terjadinya percaloan atau penipuan berkedok lahan.

Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda.