Di era milenial ini berbisnis bukanlah hal yang sulit dan tidak membutuhkan tenaga yang besar dan waktu yang lama jika kita dapat berpikir kreatif. Jasa pun sekarang merupakan salah satu pekerjaan yang diminati banyak orang. Berbagai pekerjaan merupakan di bidang jasa seperti penerjemahan, pengantaran barang, pemotong rambut, perias, pembangun rumah dan lain-lain. Bisnis jual beli properti juga merupakan hal yang umum kita temukan saat ini. Agen properti yang bertugas menjualkan dan membelikan rumah juga bertebaran dimana-dimana. Umumnya, pemilik rumah atau calon pembeli rumah menggunakan jasa agen properti untuk dapat melakukan kegiatan jual-beli dengan cepat. Akan tetapi tidak semua menyukai menjual rumah tanpa perantara atau agen. Hal ini pun tentu dilakukan karena ada sebab. Tidak semua agen properti selalu memberi keuntungan pada penjual, begitu pula jika menjual rumah tanpa perantara, tidak selalu merugikan si penjual. Artikel ini membahas tentang keuntungan dan kekurangan jual rumah di Semarang tanpa perantara.

Keuntungan jual rumah di Semarang tanpa perantara adalah penjual dapat melakukan transaksi langsung dengan pembeli. Transaksi langsung tentu saja sangat penting karena pembeli tidak perlu menunggu waktu terlalu lama agar pesannya dibalas oleh penjual karena tidak ada perantara. Selain itu, dengan adanya transaksi langsung, komunikasi antara pembeli dan penjual pun menjadi lebih lancar. Dalam hubungan komunikasi, tentu akan lebih mudah dalam berkomunikasi antara dua pihak saja daripada antara tiga atau empat orang atau lebih. Begitu pula, pembeli bisa leluasa melakukan tawar menawar dengan penjual. Sebab, jika dilalui dengan perantara, si perantara memiliki standar harga tersendiri yang berbeda dengan penjual. Standar harga yang ditawarkan perantara umumnya lebih mahal, sehingga calon pembeli terkadang menjadi tidak berminat untuk membeli rumah. Hal ini tentu merugikan penjual.

Keuntungan kedua dari jual rumah di Semarang tanpa perantara yaitu penjual akan mendapat keuntungan lebih. Semisal, si penjual menjual rumah dengan harga seratus juta. Apabila dia menggunakan jasa perantara, maka si penjual harus memberikan sebagian uangnya kepada perantara, bisa 5 hingga 10 persen. Belum lagi terkadang si perantara menggunakan perantara lain, bahkan perantara lain tersebut menggunakan perantara lain lagi. Jika jumlah perantara semakin bertingkat, maka keuntungan di pihak penjual bisa berkurang banyak. Di opsi lain, si penjual bisa saja menetapkan uang yang harus dia terima dan si perantara bisa menetapkan sendiri keuntungan yang ingin mereka dapat. Namun, jika perantara bertingkat terjadi, bukankah harga rumah yang diberikan pada calon pembeli bisa jadi sangat tinggi? Pada akhirnya calon pembeli bisa saja batal membeli rumah dan penjual asli rumah pun mengalami kerugian.

Keuntungan ketiga dari jual rumah di Semarang tanpa perantara yaitu menghindari cekcok antara penjual, perantara, dan pembeli. Tidak jarang terjadi kesalahpahaman atau ketidaksetujuan dari ketiga pihak tersebut. Kesalahpahaman bisa saja terjadi karena harga yang diajukan antara penjual, perantara, dan pembeli tidak kunjung mencapai titik temu, adanya salah satu pihak yang plin – plan, permasalahan dokumen tanah dan rumah yang tidak beres disebabkan salah satu pihak, atau yang lebih parah adanya salah satu pihak yang tidak jujur bahkan memang berniat menipu dari awal. Permasalahan pasti akan menyebabkan kerugian pada salah satu pihak dari ketiga pelaku bisnis properti tersebut.

Di samping, keuntungan, tentu ada kerugian.  jual rumah di Semarang tanpa perantara tidak selalu menjadi hal yang menguntungkan. Tentu ada juga kekurangan dari cara berjualan semacam ini. Kekurangan pertama, jual rumah di Semarang tanpa perantara memiliki peluang laku yang lebih rendah daripada dijual dengan perantara. Hal ini disebabkan karena dengan lebih banyak pihak yang memprpomosikan rumah yang akan dijual, peluang adanya calon pembeli semakin tinggi. Sebagai contoh, semisal Anda sedang menjual rumah Anda secara pribadi, anda akan menawarkan rumah Anda pada beberapa orang yang Anda kenal saja. Anda bisa juga menjualnya melalui internet, namun bisakah Anda memastikan iklan Anda terlihat? Bisa jadi iklan Anda tenggelam tertutup iklan yang dipasang agen properti besar.

Kekurangan kedua, Anda akan mengalami kesulitan dalam jual rumah di Semarang tanpa perantara karena Anda bekerja sendirian. Semua yang Anda lakukan sendiri menguras banyak tenaga Anda dan menghabiskan banyak waktu, apabila Anda bekerja keras dalam mempromosikan penjualan Anda. Tentu akan berbeda apabila Anda mempercayakan penjualan rumah Anda pada agen properti. Agen pasti terdiri dari tim yang jumlahnya tentu tidak sedikit, dan juga sudah ahli dalam bidang marketing. Dari jumlah orang yang mempromosikan serta keahlian dalam penjualan, Anda sudah tidak perlu lagi bersusah payah menunggu calon pembeli.

Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa jual rumah di Semarang tanpa perantara menguntungan dan juga memiliki kekurangan. Maka, apakah dengan perantara atau tanpa perantara, kembali kepada penjual sebagai pengambil keputusan.