Yuk Gabung di Kursus Bahasa Inggris Online

“Duuh ngapain sih belajar Bahasa Inggris, padahal kan kita tinggal di  Indonesia dan bahasa yang di gunakan juga Bahasa Indonesia”. Hampir sebagian orang pasti berfikir seperti ini. Percuma belajar Bahasa Inggris, karena bukan bahasa sehari-hari. Eits, tapi jangan di remehkan ya teman-teman.

Disadari atau tidak, di era sekarang ini Bahasa Inggris adalah salah satu hal yang penting untuk dipelajari bahkan dikuasai. Bahkan bagi kita yang bertempat tinggal di Indonesia seumur hidup pun, pasti ada kalanya akan menggunakan bahasa Internasional itu. Entah suatu saat kamu bertemu dengan orang asing, atau kalau kamu nanti yang akan bekerja akan melakukan kerja sama dengan client yang notabene menggunakan Bahasa Inggris. Hmm, iya juga ya.

Awal mula aku belajar Bahasa Inggris tuh dari TK. Itu pun masih sangat dasar sekali, mulai mengenal nama hewan, nama buah, huruf yang di tempel di dinding kamar. Orangtua aku pun juga tidak panda berbahasa Inggris. Sampai akhirnya, saat aku menginak di bangku SMP orangtuaku mencari kursus Bahasa Inggris online untuk aku belajar di rumah. Loh kenapa harus kursus Bahasa Inggris online ? berarti nggak datang ke lokasi dong ya?

Betul banget teman-teman. Di era yang semakin canggh ini, sudah mulai bermunculan kursus online. Artinya kita tidak perlu repot lagi untuk datang ke lokasi tujuan, panas-panasan, macet-macetan. Jadi hanya membutuhkan gadget dan akses internet kamu sudah bisa belajar mata pelajaran yang kamu butuhkan.

Sekarang kursus Bahasa Inggris online tidak perlu lagi ngeluarin uang gede alias mahal. Kursus Bahasa Inggris online sangat berbeda dengan kursus konvensional. Bisa dilihat dari segi waktu, tempat dan juga biaya. Sekarang ada kursus Bahasa Inggris online yang lagi hits yaitu dari aplikasi Ruangguru.

Dari segi waktu, jelas kamu bisa belajar kapan saja sesuai dengan waktu kosong kamu. Dari segi tempat, kamu bisa belajar di mana saja sesuka hati kamu, bisa di rumah, di kantin, di sofa, tempat hangput sekalipun juga bisa. Dari segi biaya, juga jelas lebih murah dari kursus konvensional pada umumnya.

Fitur yang bisa kamu gunakan adalah Ruangbelajar. Metode yang berbeda di jamin sangar efektif. Kamu akan menemukan video interaktif berupa animasi yang membuat kamu nyaman dalam belajar, juga materi yang mudah di pahami. Oiya, percaya atau nggak, menggunakan Bahasa Inggris adalah bagian dari belajar itu sendiri loh. Jadi jangan sekedar belajar saja ya teman-teman, tapi coba juga kamu terapkan dalam bahasa sehari-hari misal bercakap dengan teman sebaya kamu.

Melalui aplikasi Ruangguru kursus Bahasa Inggris online menjadi lebih mudah tanpa harus bepergian ke lokasi tujuan. Praktis dan banyak banget manfaat yang kamu rasakan. Kalau kamu masih belum paham materinya, bisa di putar kembali videonya secara gratis. Download aplikasinya sekarang juga ya.

Rumus Slovin Yang Perlu Diketahui

Berdasarkan notasi rumus https://rumus.co.id/ besar sampel penelitian oleh Slovin, maka apabila kita mempunyai 1.000 orang didalam sebuah populasi, kita sanggup memastikan sedikitnya sampel yang bakal diteliti. Margin of error yang ditetapkan adalah 5% atau 0,05. Sebagai latihan para pembaca supaya terlampau memahami, silahkan kamu kalkulasi besar sampel sedikitnya untuk penelitian bersama dengan margin of error 1% terhadap populasi sebanyak 10.000, 2.000, 1.000 dan 500. Silahkan teman-teman semua mencobanya. Misalnya sebuah penelitian bersama dengan derajat keyakinan 95%, maka tingkat kesalahan adalah 5%. Sehingga peneliti bisa pilih batas sedikitnya sampel yang dapat memenuhi syarat margin of error 5% bersama dengan memasukkan margin error selanjutnya ke didalam formula atau rumus slovin.

Rumus slovin ini biasa digunakan didalam penelitian survey dimana umumnya jumlah sampel besar sekali, supaya dibutuhkan sebuah formula untuk mendapatkan sampel yang sedikit tetapi dapat mewakili setidaknya keseluruhan populasi. Dari notasi diatas N adalah jumlah sampel minimal, nilai N adalah populasi tetapi nilai e adalah error margin. Yang awalnya dari inspirasi perihal margin error inilah kemungkinan sang pencipta yang berasal dari rumus ini memberi tambahan peluang kepada para peneliti untuk menetapkan besaran sampel sedikitnya berdasarkan tingkat kesalahan atau margin of error. Rumus Slovin merupakan sebuah rumus atau formula untuk mengkalkulasi jumlah sampel sedikitnya apabila perilaku berasal dari sebuah populasi tidak diketahui secara pasti. Rumus yang satu ini pertama kali diperkenalkan oleh Slovin sekitar th. 1960.

Ada sumber yang perlihatkan bahwa slovin adalah Mark Slovin, Michael Slovin dan Kulkol Slovin. Di didalam buku Nursalam bersama dengan mengetahui sekali dijelaskan perihal rumus ini dan langkah perhitungannya. Begitu juga bersama dengan lebih dari satu buku karangan penulis indonesia lainnya, seperti sugiyono maupun arikunto. Namun tidak mengetahui siapa sebetulnya slovin tersebut. Siapa sebetulnya Slovin yang disebut sebagai pencipta atau yang mempublikasikan rumus ini adalah jadi tanda bertanya besar. Sebab berasal dari beraneka sumber yang ada, tidak mengetahui disebutkan siapa sebetulnya slovin tersebut.

Biaya Kuliah di Leeds

Memberikan berbagai macam model kebutuhan Anda di Leeds memang memerlukan biaya lebih, untuk itu dengan menggunakan hal tersebut dapat memberikan berbagai macam informasi yang layak untuk dapat diberikan dalam berbagai macam kesempatan. Untuk itu dengan menggunakan hal yang sama dapat memberikan salah satu yang layak dapat membuat Anda bisa memberikan hal tersebut untuk lebih hemat ketika hidup di Leeds karena kesempatan untuk menggunakan hal tersebut ketika hidup di luar negeri memang berat perlu konsultan Pendidikan luar negeri sehingga Anda dapat memberi berbagai macam model yang cocok untuk dapat menampilkan hal tersebut dalam berbagai macam kesempatan yang layak untuk dapat memberikan berbagai macam informasi.

Untuk itu dengan menggunakan hal tersebut untuk dapat menampilkan konsultan Pendidikan luar negeri yang cocok untuk dapat menggunakan hal tersebut dalam berbagai macam kesempatan yang layak untuk dapat menggunakan hal tersebut sehingga akan memberikan change keungan yang lebih dari cukup untuk hidup di Leeds. Sehingga ketika berkuliah pun tenang. Ambillah pekerjaan part time untuk dapat menjaga kestablina keuangan Anda sehingga Anda tidak perlu ragu untuk dapat bertahan hidup di Leeds. Menghadapi hal tersebut akan memberikan berbagai macam kesempatan yang layak untuk dapat menampilkan hal tersebut sebagai salah satu kebutuhan Anda. Melihat adanya hal tersebut akan memberikan berbagai macam informasi yang layak mengenai kehidupan di Leeds.

Untuk itu dengan menggunakan hal tersebut akan memberikan berbagai macam kesempatan yang dapat digunakan dalam berbagai macam kebutuhn Anda. untuk itu dengan menggunakan hal tersebut akan memberikan konsultan Pendidikan luar negeri untuk dapat menggunakan hal tersebut dalam berbagai macam kesempatan yang lebih layak dalam menggunakan berbagai macam keinginan Anda. Untuk itu dengan menggunakan hal tersebut untuk bertahan hidup di Leeds. Menggunakan hal tersebut untuk dapat memberikan kesempatan yang layak ketika menggunakan hal tersebut untuk berbagai macam kegiatan Anda. Sehingga ketika sedang menampilkan hal tersebut untuk berbagai macam keinginan Anda dalam menggunakan uang di Leeds.

Self-Publishing, Cara Mudah Menerbitkan Buku

Gara-gara laporan Beban Kinerja Dosen (BKD), Saya kadang berharap bisa membuat buku secara rutin. Minimal satu buku per tahun, syukur-syukur per semester. Harapan yang tidak terlalu muluk, walau tidak mudah digapai, setidaknya perlu “strategi mencuri” waktu dan memilih cara penerbitan yang relatif mudah dan cepat.

Target membuat buku tidak bisa dicapai dengan cara mendadak. Rasanya menulis buku tidak bisa dengan gaya: “kebut semalam”, atau dengan cara: “mengasingkan diri berhari-hari”. Tugas lain dan godaan “ngerumpi”, bahkan siaran langsung sepakbola pun bisa menjadi halangan.

Keterbatasan waktu – atau mungkin rasa malas juga – menyebabkan “proyek membuat buku” ini harus dicicil. Perlahan-lahan. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Akhirnya modus seperti ini menjadi pilihannya. Dan media yang digunakannya adalah blog pribadi, baik yang disediakan kampus atau di luar kampus.

Ya, postingan di blog bisa menjadi bahan buku jika sudah terakumulasi dalam beberapa seri tulisan tematik. Maksudnya, beragam kategori postingan bisa kita kumpulkan menjadi sebuah buku. Beberapa buku yang pernah disusun dengan modal “ngeblog” adalah “Electronic Banking”, “Manajemen Dana Bank”, “Banking on The Blog”, dan “New Economy: Ekonomi Era Informasi”.

Buku-buku tersebut lebih banyak diterbitkan di kampus. Hanya satu buku yang diterbitkan di penerbit luar. Menerbitkan buku di institusi sendiri menjadi opsi mudah. Namun tetap saja harus disunting dan membuat disain cover sendiri, atau setidaknya merepotkan teman-teman. Belum pengurusan ISBN-nya. Mengurus sendiri pun perlu waktu. Setidaknya, kita coba variasi cara penerbitan buku.

Akhirnya, sekedar untuk menambah pengalaman, Saya mencoba menerbitkan buku dengan cara: Self-Publishing. Cara ini relatif memberikan kemudahan – minimal bagi Saya –, di antaranya adalah:

Disain Cover dibuatkan oleh Penerbit Indy, setelah kita menyetujui disainnya
Pengurusan ISBN
Penyuntingan naskah oleh penerbit, walau tetap diupayakan dari naskah daro kitanya sudah relatif siap cetak
Bantuan promosi, walau kita bisa bantu juga melalui jejaring sosial atau pertemanan
Proses komunikasi dengan penerbit mudah dan cepat
Bisa memperoleh beberapa eksemplar bukunya
“Tidak ada makan siang gratis”. Demikian pula dengan Self-Publishing. Kita harus mengeluarkan biaya, yang berkisar dari ratusan ribu sampai satu juta rupiah. Tidak mengapa mengeluarkan anggaran sebesar itu per tahun. Toh, bisa disisihkan dari sebagian penghasilan kita, termasuk dari tunjangan sertifikasi dosen. Jika rajin mempromosikannya, siapa tahu nilai royaltinya bisa membuat investasinya bisa “balik modal”.

Bagi saya, soal royalti bukan utama. Kalau toh ada royaltinya, ya patut disyukuri juga 🙂 Saat melihat fisik buku dengan nama kita tercantum jadi penulis pun sudah memberikan kepuasan tersendiri. Bahkan, tak jarang buku tersebut dijadikan hadiah atau kado buat teman-teman.