Pertanyaan ini tidak jarang dilontarkan oleh tidak sedikit orang saat hendak membeli motor. Saat ini sudah tidak sedikit motor yang dilengkapi ABS sebagai fitur keselamatan standar. Fitur ini sebelumnya hanya dapat dijumpai pada motor berkapasitas 250cc ke atas. Namun kini sudah tidak sedikit dipakai motor bermesin kecil, laksana Yamaha NMAX, Honda PCX, Honda CBR150R, Yamaha Aerox, Yamaha FreeGo, dan masih tidak sedikit lagi lainnya. Harga motor dengan fitur ABS memang lebih mahal dikomparasikan Non-ABS. Hal ini tak lepas dari kecanggihan teknologi ABS yang menjadikan motor semakin aman dan nyaman. Fitur ini telah seharusnya dipunyai semua jenis motor, baik tersebut motor matic, sport, sampai motor bebek. Pasalnya teknologi ABS akan meminimalisir resiko kemalangan yang diakibatkan pengereman yang tidak cukup optimal.

Apa Itu ABS ? Jawabannya ialah singkatan dari Anti-Lock Breaking System yang adalahsebuah fitur keselamatan untuk menangkal roda mengunci ketika mengerem seketika sehingga menangkal motor tergelincir saat melalui jalanan licin maupun jalanan basah. Fungsi Rem ABS pun meminimalisir terjadinya selip pada ban sebab akan mengerjakan pengereman dengan bertahap secara cepat yang menjadikan ban tidak terkunci dan tidak terjadi selip. Motor tanpa fitur ABS lebih mempunyai resiko mengalami kecelakaan, terutama ketika mengerem mendadak. Ban yang mengunci dapat membuat motor terpelanting, sampai-sampai pengendara dapat jatuh dari atas motor. Jadi lebih baik menerbitkan uang lebih guna mendapatkan motor berteknologi ABS yang nantinya menciptakan berkendara semakin aman dan nyaman tanpa perlu fobia terjatuh ketika berkendara di situasi hujan.

Salah satu hal yang menciptakan harga motor berfitur ABS dibanderol lebih mahal ialah karena dilengkapi sensor modern yang bermanfaat untuk mendeteksi roda mengunci, dan secara otomatis akan mengantarkan sinyal ke modulator. Selanjutnya sinyal yang diterima modulator akan menyuruh piston rem guna mengendurkan desakan minyak rem yang berasal dari kaliper. Setelah penguncian pada roda berkurang, maka selanjutnya desakan terhadap piston rem bakal kembali ditingkatkan supaya kembali normal. Berkat teknologi ABS, proses pengurangan dan penambahan tekanan minyak rem (fluida) menjadi dilangsungkan sangat cepat selama 15-50 kali per detik. Alhasil roda tidak bakal mengunci mengerem mendadak.

Bisa dikatakan teknik kerja ABS ialah dengan teknik mengocok pedal rem sampai-sampai kendaran tidak bakal langsung berhenti ketika pedal rem ditekan secara penuh. Fitur ini sangat menolong saat hard braking atau panic braking yang seringkali menyebabkan pengendara jatuh dari atas motor. Dapat diputuskan bahwa teknologi ABS menjadikan pengereman lebih aman, sebab dapat menangkal pengucian roda dan selip pada ban. Alhasil kita dapat berkendara secara cepat tanpa perlu fobia mengerem mendadak. Dibalik keunggulan tersebut pasti ada kekurangan. Nah salah satu kelemahan sistem pengereman ABS ialah kurang optimal saat digunakan pada situasi jalan tidak rata laksana jalan berkerikil.

Walaupun menjadikan kontrol pengereman lebih optimal ketika mengerem mendadak, tetapi sering kali rem ABS tidak bekerja optimal saat digunakan untuk pengereman jarak dekat. Pasalnya sensor ABS mesti terlebih dahulu mengantarkan sinyal ke modulator, sampai-sampai tidak dapat langsung mengerjakan pengereman yang bisa berdampak motor terlebih dahulu menabrak sebelum sensor ABS bekerja. Karena kekurangannya tersebut, rem ABS tidak cukup optimal saat digunakan motor trail yang memerlukan kontrol pengereman lebih cepat ketika melewati sekian banyak medan jalan. Biasanya sejumlah motor pun dilengkapi Switch ABS yang memungkinkan anda mematikan fitur ABS bilamana dirasa tidak perlu, laksana yang dipunyai BMW G310GS yang adalahmotor adventure dengan keterampilan offroad dan onroad berimbang.